Showing posts with label catatan. Show all posts
Showing posts with label catatan. Show all posts

Wednesday, July 1, 2015

Teknik Mempermudah dan Mengingat Nama Orang

Menyebut nama orang lain adalah salah satu bentuk penghargaan terhadap pemiliknya. Apabila kita berkenalan dengan relasi baru, pasti akan sedikit mengalami masalah saat menyapa, memanggil atau memberikan pujian ke orang tersebut oleh karena kita belum tau nama orang / relasi baru kita tersebut. Masalah dapat berasal dari nama yang sangat asing di telinga kita atau karena beban ingatan kita yang terlampau banyak sehingga tidak sempat mengingat namanya dengan cepat.
Sapaan juga akan lebih enak jika yang kita langsung gunakan namanya saat menyapa. Disini sahabat CM, akan saya ajak untuk mengenal teknik mengingat nama orang. Tujuanya agar memudahkan mengingat nama dan melancarkan komunikasi dengan relasi baru kita tersebut. Secara garis besar, ada beberapa cara untuk mempermudah mengingat nama orang lain.

1. Mengetahui nama jelas dan ejaanya.
Ketika kita berkenalan dengan nama yang berbau asing,

Tuesday, June 16, 2015

KAPAN KITA MENDAPAT MANFAAT DARI BELI KREDIT?

Pembelian barang kredit tidak selamanya mencekik. Pemahaman yang kurang tepat tentang jual beli kredit terkadang menggiring kita untuk menjauhkan diri dari jual beli secara kredit. Padahal tidak selamanya demikian. Banyak sudah artikel atau kajian yang membahas tentang hukum jual-beli secara kredit dalam pandangan hukum islam maupun pandangan ekonomi umum. Sebagian besar Ulama kita (Muslim) menyatakan secara hukum jual-beli kredit adalah boleh-boleh saja. Silahkan, yang penting akadnya sesuai aturan, tidak ada yang dirugikan. Dalam pandangan perniagaan umum, membeli secara kredit juga hal yang biasa dilakukan selama masuk perhitungan. Sudah menjadi umum jika barang dijual secara kredit harganya pasti akan lebih tinggi dari pada jika dijual secara cash.
Berikut tips-tips membeli barang secara kredit agar terhindar dari paradigma "kredit mencekik" yang perlu dikoreksi itu.
1. Pastikan barang yang dibeli bermanfaat saat ini / produktive.
Sahabat CM, Secara umum

Saturday, May 23, 2015

Adab Dalam Sakit Dan Menjenguk Orang Sakit


Sahabat CM, berikut artikel tentang adab seseorang ketika sedang sakit. artikel ini saya ambil dari blog yang memperbolehkan untuk menyebarkanya, mari sahabat kita sama sama belajar dan memahaminya.

Hampir pasti semua orang pernah merasakan sakit dan juga melihat dan menjenguk orang sakit.
Manusia sebagai hamba Allah tidak selalu dalam keadaan sehat dan bahagia. Karena beberapa kondisi, terkadang sakit datang menghampiri, walau kesehatan selalu dijaga. Di saat sakit, kita baru menyadari betapa nikmat dan berharganya kesehatan, betapa berbahagianya orang yang tetap bisa beraktifitas secara normal. Kesehatan memang harus selalu dijaga karena manfaatnya bukan hanya buat diri kita saja, tetapi juga buat orang lain di sekitar kita. Menurut Kamus Bahasa Indonesia, Definisi sakit adalah: berasa tidak nyaman di tubuh (bagian tubuh) krn menderita sesuatu (demam, sakit perut, dsb):
Sakit memiliki beberapa pengertian sebagai berikut:

Monday, May 18, 2015

Kajian Mengenai Langgam Jawa dalam membaca AlQur'an? Mari kita Belajar agar Menjadi lebih baik

Apakah ilmumu sudah cukup untuk beradu pendapat mengenai langgam Jawa dalam membaca AlQur'an?
Jika masih awam, mari sama-sama membaca ulasan di bawah ini.
--------
Copas dari rumahfiqih.com
Assalamu 'alaikum wr. wb.
Ustadz, ramai di media sosial perbedatan masalah hukum membaca Al-Quran dengan langgam Jawa. Ada yang mengharamkan dan ada juga yang membolehkan. Lalu bagaimana tanggapan ustadz dalam masalah ini, apakah hukumnya boleh atau tidak? 
Mohon penjelasan yang adil dan seimbang serta mencerahkan. Terima kasih.
Wassalam
--------
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Dalam masalah ini memang wajar terjadi perbedaan pandangan di antara banyak pihak. Sesama pihak-pihak yang memang ahli di bidang ilmu baca Al-Quran, yaitu para qari dan ulama qiraat pun kita menemukan perbedaan pendapat.

Sunday, June 14, 2009

Premanisme dan parkir liar

Preman atau orang bebas, atau menurut sebuah sumber berasal dari kata freeman adalah sebutan untuk orang atau sekelompok orang yang tidak terikat dengan aturan sosial yang ada. Biasanya kecenderungannya adalah orang atau sekelompok orang yang di asosiasikan dengan tindakan kriminalitas.
Karena tidak adanya aturan sosial yang mengatur ini merekapun cenderung hidup tidak terikat bahkan extrimnya semaunya sendiri.
Betapapun mereka orang2 yang bebas, tuntutan ekonomi tetap mengejar mereka. Nah permasalahan ini yang kemudian melebar dengan cara hidup merugikan orang lain dan erat kaitanya dengan kriminalitas.
Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya mereka mencari uang dengan mengamen, mencopet, parkir liar, preman lampu merah, ada juga calo bis kota dan lain lain.
Lahan parkir dan pertigaan adalah sarana yang empuk buat mereka yang disebut preman untuk mencari nafkah. Omsetnyapun tidak sedikit. Menurut seorang warga, contoh kecil untuk pertigaan alexindo bekasi omsetnya bisa mencapa 100 ribu rupiah per jam. Masuk akal memang jika perhitungan sederhana dalam satu menit 2 mobil saja yang memberi uang receh 500, sudah terhitung 60 ribu per jam. Belum lagi mobil mobil besar yang biasanya untuk jasa memotong jalur jalan dipertigaan dapat mencapai 1ribu atau 2ribu.
Tidak jarang perang antar preman untuk perebutan kekuasaan lahan yang menggiurkan itu terjadi.
Menurut catatan berbagai sumber di jakarta dan sekitarnya sudah sering terjadi perang antar preman dg motif yang sama.
Kalo preman yang perang, berantem, tusuk-tusukan dan mati, masyarakat luas tidak akan begitu dirugikan. Tetapi jika yang terjadi mobil kita di pukul gara gara tidak memberi uang di pertigaan kita tentu sangat rugi. "saya dulu pernah mobilnya dipukul gara-gara di salah satu pertigaan saya tidak memberi duit mas". tutur salah seorang yang berprofesi sebagai supir pribadi di bekasi.
Kemudian mengutip pengalaman seseorang sebut saja parjo sering dipintain uang parkir padahal dia cuma memarkir motornya di pinggir jalan deket kampus unisma bekasi. "saya malah cuma mampir beli soto seharga 7000 dipintain parkir ama preman 2000, tekor saya. Untungnya waktu itu dia mau kusodorin uang 1000 " ungkap parjo kepada penulis.
Parjo juga mempertanyakan kemana larinya uang parkir semacam itu dimana dilihat dari jumlah juga tidaklah sedikit.
Sementara memang kalo kita fikir lebih jauh apa sih hak mereka terhadap pertigaan itu? Apa hak mereka terhadap lahan parkir di pinggir jalan? Yang jelas kenyamanan warga jadi terusik ketika si-preman meminta "jatah"nya.
Jika sudah begini apakah khalayak pantasmempertanyakan kinerja aparat penegak hukum? Atau barangkali domainnya bukan ke aparat? Lalu siapa yang berwajib terhadap pengontrolan parkir liar dan penjaga lampu merah? Atau malah apakah tukang parkir dan apa yang orang-orang sebut sebagai polisi cepek itu memberikan duitnya untuk kas negara?