Showing posts with label story telling. Show all posts
Showing posts with label story telling. Show all posts

Saturday, December 20, 2014

Sebuah Kisah Nyata di Kepolisian


Kejadian terjadi di pertengahan Desember 2014 di jakarta. nama dan tempat dibuat tidak spesifik agar tidak terkesan judgment.
Suatu hari joko bukan nama sebenarnya berkeinginan untuk melaporkan ke kantor polisi terkait kartu jamsostek yang hilang. Laporan kehilangan ini akan digunakan untuk mengurus administrasi ke jamsostek ( BPJS ). Saat kejadian pelaporan, karena joko hampir tidak pernah ke kantor polisi dia pun terlihat bingung dan tengak-tengok kiri kanan karena ingin mengenali situasi layaknya orang yang baru masuk ke tempat baru.

Joko : (^%)( bingung masuk $%^kantor polisi @#@#)(^%)
Selamat sore pak... mau laporan kehilangan kartu jamsostek dimana ya pak?
Polisi : Oh iya disini, ( sambil menunjuk meja dan ruangan tertentu )

selanjutnya polisi mengenakan kaca matanya dan mengklik sesuatu di komputernya..

Polisi : KTP kamu mana ?
Joko : Ini pak
…. berlanjut polisi mencatat data laporan nama pelapor, nomor kartu jamsostek , alamat kerja, alamat rumah dan lain-lain. Singkat cerita di print lah laporan kehilangan kartu jamsostek..

Polisi : ini... ( memberikan hasil print laporan kehilangan )
Joko : dengan gugup menerima laporan dan harap harap cemas menunggu apa kata pak polisi selanjutnya. Jokopun memberanikan diri bertanya “biaya administrasi mbayarnya dimana pak ?? “
Polisi : menyodorkan laporan kehilangan sambil menggoyang-goyang telunjuk jarinya... bagi joko ini mungkin diartikan mbayarnya ke sini, ke tangan pak polisi yang abis bikin laporan ini.

Joko : masih dengan gugup membuka dompet dan menyelipkan uang 5000 perak.
Polisi : Apaan ini!!!! segini duit apaan??? ( Duit 5000 di lempar ke dekat monitor komputer)
Joko : Maaf pak, biasane pinten pak ?? estu kulo mboten ngertos biasane? ( joko lanjut menggunakan bahasa jawa halus sebagai tanda hormat dan sopan karena yakin dari logat dan namanya polisi itu orang jawa )
Polisi : hmmmm BBM kan naik mas, masa segini!! ( polisi tidak mau menyebut nominal )
Joko : nggeh ngapunten pak . kulo kan mboten nate teng kantor polisi dados mboten ngertos biasane pinten ( mbayarnya ). ( kembali joko mengambil 5000an yang tadi dilempar ke dekat monitor dan dia buka dompetnya lagi. Ditambahkan lagi 5000 sehingga jadi 10000. dengan sopan joko menyodorkan ke pak polisi. “ Pak menawi sakmenten pripun pak ??”

Polisi : menerima duit dan terdiam...
Joko : Pripun pak???
Polisi : masih terus terdiam.....
Polisi lain di meja seberang berteriak : Kasih seribu saja mas !!! ( polisi ini ngomong sambil bernada bercanda )

Polisi : “kamu iklas kan?? “
Joko : “Nggih pak...”

Dari cerita ini pak polisi sebagai aparat pemerintah pelayan masyarakat seyogyanya tidak ada aktifitas melempar uang 5000-an. Hal ini dapat diartikan macam–macam oleh masyarakat. Apalagi dengan menyebut nyebut BBM naik sebagai alasan beliau melempar 5000an. Seandainya ini tarif resmi, tulis saja transparan “ BIAYA ADMNISTRASI RP 10.000 “
tentu masyarakat tidak dibuat bingung dan menebak nebak. Buruknya lagi citra aparat yang nantinya dipertaruhkan di mata masyarakat karena persepsi yang dibentuk.

Harapan saya, agan agan yang berurusan dengan pak polisi mungkin harus pelajari dulu kebiasaan bagaimana. Salah salah nanti kita disangka rakyat tidak tau tata krama. Pak polisi kalau memang ada tarif kami masyarakat tidak keberatan kok yang penting transparan dan jelas.
Karena jujur kami butuh kepolisian karena kepada kalianlah kami butuh pengayoman. Kepada siapa lagi kalau bukan ke aparat kepolisian.

Selamat bertugas pak polisi....

Cerita diatas di adaptasikan dari pengalaman joko, dialog dan setting tidaklah sama persis karena keterbatasan daya ingat joko dan kemampuan penyusunan kata dalam menulis oleh si penulis.

Om mimin dan momod … makasih yah ane baru sempet bikin trit lagi....

Toko flasdisk memory aman ;

Tuesday, October 16, 2012

Prioritaskan Faktor – Faktor kunci ( Key Drivers )


Nama               : Mungkar Priyono
Bagian             : QC


Ringkasan materi :

“ tidak perlu mengerahkan banyak sumber daya hanya untuk mengkangkat
sebuah kotak besar yang disebuit lift. Yang perlu kita lakukan adalah mencari
dan menekan tombol merahnya lalu seisi ruangan akan terangkat.
Dalam aktifitas sehari hari juga terdapat “tombol merah” seperti itu.”

Salah satu peran pemimpin yang QI adalah menjadi sosok penyelaras, yakni menyusun system, struktur, dan proses yang diperlukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan didalam pedoman yang telah disepakati.
Langkah langkah untuk menentukan key driver :

BEBERAPA TYPE SI - PEMECAH MASALAH DALAM BINGKAI KARIKATURAL



Kadang kita bertanya dalam hati, kenapa kok (misal : ) si dani pandai sekali berfikir analitis dan memecahkan masalah??  Apakah karena pendidikanya?? Karena keturunan?? Atau karena lingkunngan?? Atau memang dia dilahirkan sebagai seseorang dengan bakat alami mampu memecahkan masalah??

Sunday, January 2, 2011

Story telling Dale Carenigie 14


Story Telling
Nama : Mungkar Priyono QC
Prinsip yang dipakai :
Mulai dengan cara yang ramah
Kejadian :
Pada tanggal 29 juni 2010 jam 09.00 saya mempunyai agenda pembakaran permen dengan pihak KAG. Seperti biasa kita meminta bantuan dari temen-temen produksi dalam pelaksanaan pembakaran.
Pihak produksi waktu itu memberikan bantuan kepada kami 3 orang ( Ahmad, andi dan yudi personil dari grup I )
Saya lihat mereka adalah personil baru di produksi, hanya saudara ahmad saja yang terlihat lebih saya kenali wajahnya karena terhitung sebagai personil yang lumayan lama.
Awal kedatangan mereka saya mulai dengan berbincang-bindang di area gudang retur, mulai dari perkenalan dan bertanya tempat tinggalnya dimana. Saya mencoba barusaha membuat suasana seramah mungkin. Saya menjelaskan tentang permen say yang harus saya bakar, kenapa dibakar dan posisi barangnya adalah dimana. Dengan sedikit banyak saya juga menggugah keperdulian mereka terhadap kualitas. Dan sedikit menjelaskan reject-reject yang ada di area retur tersebut.
Saya cukup apresiasi dengan cara kerja sdr. Ahmad yang menurut saya cukup aktif. Hal ini juga memicu sdr andi dan yudi untuk mengikuti sdr. Sdr ahmad.
Dengan awalan yang ramah tersebut ternyata membuat antusiasme mereka cukup bagus. Pekerjaan-pekerjaan yang saya delegasikan dapat mereka jalankan dengan baik tanpa adanya delegasi ulang akibat kesalahan kerja atau kesalahan komunikasi.
Himbauan saya Gunakan prinsip :
Mulai dengan cara yang ramah
Manfaat :
Dapat lebih mamudahkan dalam berkomunikasi karena hubungan kerja yang hormoni dan informasi dapat tertransver dengan efektif.

Story telling Dale Carenigie 12



Nama : Mungkar Priyono QC
Prinsip yang dipakai :
Memulai dengan hal-hal yang disepakati bersama
Kejadian :
Pada hari sabtu 12 juni 2010, mesin APV V mengalami masalah dengan permen yang berekor. Kami dari QC sudah menyarankan untuk dilakukan sortir atas konveyor karena melihat kondisi berekor yang kontinyu. Dalam pelaksanaanya terlihat sangat kesulitan. baik proses sortir di atas konveyor maupun proses perbaikan permen berekor dari mesin Cooking.
Kondisi nude yang sering saya tahan untuk sortir dan terkadang kondisinya sampai menumuk 8 kontainer membuat saya merasa kecewa. Karena sedikit banyak permen berekor tetap ada yang beresiko lolos dari sortir. Sayapun segera menghubungi Spv. Teknik dan perwakilan prosuksi yaitu bapak nurdin.
Kita mencoba bicarakan masalah yang ada diproses permen bontea apel. Mulai dari ;
  1. visco centerfill yang kental/formula baru
  2. Kondisi mesin yang sudah tidak mampu lagi di siasati untuk dijalankan produk tersebut dan juga
  3. Kondisi personil sortir cooling tunnel yang mulai kewalahan.
Akhirnya saya mengutarakan keberatan saya terhadap produk hasil yang terus berekor dan saya mengkhwatirkan banyak permen berekor yang lolos atau nantinya saya reject.
Kami bertiga berbicara dan juga ada masukan dari bebrapa teknisi lapangan yang memberikan masukan dari sudut pandangnya. Akhirnya kami menyepakati mesin APV V untuk dilakukan stop mengingat kondisi berekor yang belum dapat disiasati. Kami sepakat untuk berencana membicarakan masalah ini juga dalam meeting factory nanti supaya dapat dicari solusi terbaik.
Himbauan saya Gunakan prinsip :
Memulai dengan kesepakatan bersama
Manfaat :
Komunikasi akan menjadi lebih berjalan dan tekanan dan gesekan antar bagian dapat diminimalisir dan dicari solusi terbaik.

Story telling Dale Carenigie 11



Nama : Mungkar Priyono QC
Prinsip yang dipakai :
Memberikan penghargaan yang jujur dan tulus.
Kejadian :
Pada tanggal 9 juni 2010, seperti biasa pada tanggal tersebut adalah jadwal saya melakukan pengecekan centerfill. Karena awal shift kita ada teknisi mesin kawashima yang datang maka saya baru sempat keliling ke proses lain sekitar jam 17.00. ketika saya ke area Cooking saya melihat QC lapangan saya saudara Fatoni sedang melakukan pengecekan % Centerfill. Saya masih bingung, apakah hari ini adalah jadwal saya melakukan % centerfill apa bukan karena saya juga belum sempat melihat schedul yang ada di file saya.
Saya bertanya kepada fatoni “ Ton, ini sample buat pengecekan apa?? Banyak banget ..” lalu saudara fatoni menjawab “ ini bos.. kan ini tanggal 9, sekarang bukanya jadwalnya bos imung yang ngecek CF?? “ saya langsung ke lemari file dan melihat jadwal yang tertempel disana, ternyata benar ini adalah jadwal saya melakukan pengecekan centerfill.
Melihat inisiatif dan pro-aktif dia saya merasa salut. Karena biasanya rekan-rekan QC lapangan masih harus di instruksikan terlebih dahulu utuk melakukan pengecekan CF, karena memang jadwal yang memegang hanya QC supervisor.
“ wah bagus inisiatif kamu ton, ini aku baru mau ngecek jadwal eh.. kamu sudah memulai melakukan pengecekan. Sekali lagi inisiatif kamu sangat bagus “
Dengan setulus mungkin saya berusaha memberikan penghargaan ke saudara Fatoni karena telah dengan aktif melakukan pekerjaan tanpa harus ada instruksi khusus. Dan dia telah melakukan pekerjaan tanpa harus diinstruksikan terlebih dahulu.
Himbauan saya Gunakan prinsip :
Berikan penghargaan yang jujur dan tulus.
Manfaat :
Akan semakin memupuk semangat rekan kerja karena kerja kerasnya mendapatkan apresiasi / penghargaan dari orang lain.

Story telling Dale Carenigie 10



Nama : Mungkar Priyono QC
Prinsip yang dipakai :
Selamatkan muka orang lain, dan mulailah dengan cara yang ramah.
Kejadian :
Kejadianya pada hari minggu 30 mei 2010 saya sedang menonton tivi di ruangan tengah. Saya berniat keluar ke ruangan depan untuk mengambil sesuatu. Saya kaget ketika disana terlihat adik saya sedang dinasehati banyak sekali oleh seoarang sales obat nyamuk. Si ibu sales tersebut sepintas saya dengarkan dialognya.
“ Dik… ibu menawarkan barang dengan ramah, tolong layani pula dengan ramah dong.. tidak boleh kasar seperti itu. “ kata si ibu sales dengan sambil memegang beberapa sachet obat nyamuk yang tadinya ditawarkan. Adik saya terlihat kikuk. Dia merasa bersalah karena mungkin bahasa penolakan yang diberikanya menyinggung si sales obat nyamuk. Saya masih mendengarkan si ibu sales melanjutkan pembicaraanya.
“ adik orang berpendidikan kan?? Harusnya adik punya tata kerama lho… adik sekolah dimana?? Adik emang orang mana? Kok kasar seperti itu….”
Saya agak berang dengan si sales tersebut saya menyengajakan menyeruak ke luar pintu dan berkata dengan ramah “ ada apa ibu?? “
“ maafkan adik saya bu.. mungkin karena adik saya sedang kecapaian, apalagi tadi baru aja sedang ada masalah” saya melanjutkan “ maafkan tingkah laku adik saya bu sekali lagi “.
Lalu si ibu pergi begitu dengan mengucapkan “ oya kalau begitu mas “. Sebenarnya bisa saja didepan adik saya saya memerahi langsung si ibu sales tadi demi membela adik saya. Tapi demi menyelamatkan muka di sales saya berusaha dengan cara yang halus. Lalu adik saya pun saya tarik tanganya masuk ke rumah dan saya menanyakan apa yang terjadi sehingga ibu si sales obat nyamuk tersinggung.
Adik saya merasa penolakanya sudah cukup halus tetapi mungkin saja si sales tadi sedang tidak mode dalam menjual barang sehingga emosinya agak naik
Himbauan saya Gunakan prinsip :
Selamatkan muka orang lain, dan mulailah dengan cara yang ramah.
Manfaat :
Tidak meninggalkan kesan negative terhadap orang yang baru saja mengeluarkan emosinya. Dan perasaan mereka yang dijaga mukanya menjadi tidak terasa malu dan direndahkan.

Story telling Dale Carenigie 7



Nama : Mungkar Priyono QC
Prinsip yang dipakai :
Berikan pujian terhadap kemajuan betapapun kecilnya
Kejadian :
Pada awal-awal minggu pertama mei ini ( Periode tanggal 3 sampai 8 mei 2010 ) yang bertugas di area APV adalah pasangan QC lapangan Farhan dan Firdaus. Pasangan ini adalah relative baru karena sebelumnya schedule kerja QC lapangan kita kombinasikan antara QC senior dan QC Yunior. Tetapi untuk beberapa minggu terakhir ini sudah tidak ada lagi istilan yunior dan senior.
Di awal pekan ( hari senin dan selasa ) pasangan QC lapangan ini masih mengumpulkan laporan telat sampai 1 jam lebih ( untuk shift 2 laporan baru selesai jam 23.20 ). Mereka terlihat masih lambat dalam penghitingan rata-rata berat dan penghitungan efisiensi flavor.
Setelah kuberikan masukan-masukan tentang pekerjaanya tersebut, saya mengevalusi perkembangan mereka lebih lanjut.
Dihari kamis dan jumat, dengan kondisi mesin yang berjalan labih banyak ( permen say beroperasi ) saya melihat mereka sudah mampu mengerjakan laporan selesai jam 22.45 Terjadi perkembangan yang cukup bagus selama 2 hari. Saya memberikan sedikit pujian kepada mereka aras perkembangan ini.
Saya juga berharap mereka masih mau belajar jauh dan berkembang agar kemampuan problem solvingnya dan komunikasinya semakin bagus.
Dengan cara diatas saya telah mengunakan prinsip :
Berikan pujian terhadap kemajuan betapapun kecilnya
Manfaat :
Dapat memicu semangat belajar terhadap personil-personil yang melakukan tugas baru.

Story telling Dale Carenigie 6



Nama : Mungkar Priyono QC
Prinsip yang dipakai :
Beri Tantangan.
Kejadian :
Pada hari Rabu / 5 mei 2010 terjadi trouble di mesin APV VI yaitu berupa valve solenoid yang bermasalah. Dengan pertimbangan yang cukup banyak, waktu itu Bpk Husni T memutuskan untuk memindah produk bontea dari APV VI ke mesin APV V.
Pada saat mesin APV V start saya mamanggil saudara farhan untuk mendampingi start awal mesin. Melihat Farhan adalah tergolong personil baru (selama ini dia lebih sering bertugas di Ganesha-tanggerang ) saya masih mendampingi dia proses start awal. Bahkan untuk beberapa keputusan masih saya ambil sendiri tentu dengan mangajak dia agar mengetahui bagaimana cara saya mengambil keputusan di lapangan. (mulai dari menentukan oke tidaknya kondisi syrup, warna permen, sampai rasa permen pada start awal)
Keesokah harinya saat mesin APV VI akan dijalankan produk Esp Kopi Susu. Dengan bermodal pengalaman pada saat start awal mesin APV V kemarin, saya menantang dia ( Farhan) untuk mendampingi start mesin di APV VI seorang diri.
Hasilnya, saudara farhan terlihat cukup mampu bekerja sendiri tanpa harus didampingi oleh saya atau QC Inspektor lain saat bertugas. Beberapa menit setelah mesin berjalan saya mengecek kondisi mesin yang waktu itu sudah dapat berjalan dengan normal dan stabil.
Tidak sekedar tantangan diatas, Kepada Farhan dan Firdaus saya masih menantang mereka untuk memperbaiki management waktu karena dalam beberapa hari terakhir setelah saya evalusai ternyata masih agak kesulitan dalam pembagian waktu bekerja.
Dengan cara diatas saya telah mengunakan prinsip :
Memberikan tantangan
Manfaat :
Dapat membimbing rekan kerja agar dapat madiri secepatnya walaupun bekerja pada tempat / posisi yang belum biasanya atau posisi baru.

Story telling Dale Carenigie 5



Nama : Mungkar Priyono QC
Prinsip yang dipakai :
Beri Tantangan
Kejadian :
Pada hari jumat / 30 April 2010, kebetulan kondisi personil manual sudah tidak beroperasi sehingga ada 1 personil QC pada waktu itu cukup banyak waktu senggang.
Seorang personil QC inspector saya ( Dwi S ) terlihat sedang antusias mempelajari cara membuar grafik di computer. Dia melakukan ini karena pekerjaan rutin yang ada di lapangan sudah diselesaikan sehinga dia memanfaatkan untuk belajar.
Kebetulan saya juga akan membuat laporan hasil screening berat mesin bag making 6. dimana mesin ini akhir-akhir ini mengalami masalah dari sisi berat per bag.
Beberapa data yang saya pegang saya berikan ke Dwi susanto. Sepintas kuajari dia bagaimana membuat grafik. Selanjutnya saya memberikan tantangan kepada dia untuk meneruskan dengan membuat table screening bag making 6.
Saya memberikan petunjuk singkat bagaimana cara membuat table data kemudian saudara Dwi susanto melanjutkan.
Tidak cukup dengan itu, karena ketersediaan data yang masih belum lengkap saya memberikan tantangan ke dia untuk mencari kelengkapan data tersebut. Saya delegasikan ke dia untuk mencari file-file screening yang sudah ada. Bila memang belum ada maka saya menyarankan untuk memintanya ke foreman produksi ( karena data tersebut sebenarnya adalah Screening dari operator produksi ).
Beberapa kali dia juga masih kebingungan dan menanyakan cara pembuatan table dan grafik di computer.
Walaupun hasil akhir yang didapatkan tidak seperti yang saya inginkan. Paling tidak dia telah mendapatkan ilmu baru dengan belajar membuat table dan grafik.
Dengan cara diatas saya telah mengunakan prinsip :
Memberikan tantangan
Manfaat :
Dapat membimbing rekan kerja agar dapat melakukan pekerjaan yang lebih dari sekedar tanggung jawabnya. Sehingga dia dapat memiliki nila tambah dari skill yang dimiliki.

Story telling Dale carenigie 4



Nama : Mungkar Priyono QC
Prinsip yang dipakai :
Prinsip mengelola kekawatiran :
Sibukan diri anda dan terima hal-hal yang tidak dapat dirubah.
Kejadian :
Pada tanggal 27 April 2010 shift 1 saya berangkat ke pabrik dengan kondisi tidak membawa tas dan jas lab. Kondisi ini tentu akan menghambat pekerjaan saya karena saya tidak dapat melakukan pengontrolan ke area level I. Setelah saya ingat–ingat ternyata tas saya tertinggal di penitipan barang di Naga Swalayan saat berbelanja kemarin.
Pada sekitar jam 11.00 yaitu jam istirahat saya menggunakan waktu tersebut untuk mengambil tas dan jas lab saya yang tertinggal kemarin.
Waktu yang pendek tersebut saya manfaatkan untuk pergi ke naga swalayan untuk mengabil jas lab. Alangkah terkejutnya saya ketika saya datang kesana ternyata barang saya / berupa tas yang berisi jas lab ternyata katanya tidak ada. Penjaga penitipan barang menyarankan ke saya untuk mengambil sore nanti pada saat shift si penjaga yang bersangkutan.
Disini saya mulai merasa timbul kekawatiran yang menyita fikiran saya. Mulai dari tas yang hilang lengkap dengan jaslab dan catatan-catatan penting lainya, termasuk juga didalam tas tersebut berisi Flash disc laporan-laporan saya. Dan ini berarti pula hari ini saya tidak dapat melakukan pengontrolan langsung ke area level I. Jika tas saya ternyata tidak kembali maka saya akan kehilangan banyak sekali data dan barang berharga tersebut.
Saya lalu mencoba mengaplikasikan management stress pada prinsip
  1. Sibukan diri anda
  2. Terimalah hal-hal yang tidak dapat diubah
Saya merubah pola kerja pada hari itu yang biasanya melakukan pengontrolan ke area wrapping sekarang lebih sering hanya menggunakan HT untuk komunikasi dengan rekan saya disana. Saya lebih menyibukan dengan pekerjaan di area APV dan Packing.
Hal yang tidak dapat dirubah adalah mendapatkan tas dan jas lab pada hari itu juga. Tetapi saya dapat menyiasatinya dengan mamanfaatkan waktu untuk memprioritaskan di area lain. Pekerjaan yang berhubungan dengat data di flas disc saya terpaksa saya tunda terlebih dahulu.
Saya merubah pola kerja saya pada hari itu.
Dengan cara diatas saya telah mengunakan prinsip :
1. Sibukan diri anda
2. Terimalah hal-hal yang tidak dapat diubah
Manfaat :
Dapat meminimalisir kekawatiran yang berlebihan yang dapat menyita waktu dan sangat menggangu konsentrasi pekerjaan.

Story telling Dale Carenigie 3



Nama : Mungkar Priyono QC
Prinsip yang dipakai :
Berila pujian atas kemajuan, batapapun kecilnya..
Kejadian :
Pada tanggal 14 April 2010 shift 3 mesin APV I memproduksi relaxa barley mint. Pada saat itu kondisi warna produk mengalami sedikit masalah dengan warna relaxa barley yang agak hijau.
Beberapa potensi penyebab degradasi warna sudah dicoba dilakukan perbaikan. Dari suhu cooking, pencampuran daur ulang bahkaan, pengurasan tanki warna sampai dicoba penggunaan pewarna dengan paketan yang baru. Variable-variable yang memungkinkan terjadinya warna pudar dievaluasi lebih lanjut. Walau hasil akhir warna relaxa barley belum juga bisa oke 100%. Sebenarnya masih masuk standar penerimaan tetapi hal ini penting untuk dilakukan perbaikan agar warna tidak semaking parah..
Selanjutnya pada sekitar jam 01.00 pagi, terlihat warna sudah semaking mendekati standar. Terjadi perbaikan yang cukup signifikan.
Sdr Fathurohman dan sdr jamin selaku operator mesin terlihat bergembira dengan adanya perkembangan ini. Sayapun datang ke lapangan menemui mereka dan memberikan apresiasi ke mereka. Sambil lalu saya juga menanyakan tindakan-tindakan apa yang mereka lakukan sehingga warna sudah cukup ada perbaikan yang signifikan.
Perkembangan sedikit apapun saya merasakan perlu memberikan apresisi ke mereka atas kerja keras mereka.
Dengan cara diatas saya telah mengunakan prinsip :
Mememberikan pujian atas kemajuan betapapun kecilnya.
Himbauan saya ::
Berikan pujian atas kemajuan betapapun kecilnya, manfaatnya agar dapat lebih memacu semangat kerja dan kepercayaan diri personil karena adanya penghargaan..

Story telling Dale Carenigie 2


Story telling Dale Carenigie 2
Nama : Mungkar Priyono QC
Prinsip yang dipakai :
Berilah perhatian yang sungguh-sungguh kepada orang lain.
Kejadian :
Kejadianya pada tanggal 12 April 2010, pada sekitar jam 20.30- an malam. Salah seorang rekan kerja saya Toni, menelepon saya karena dia baru saja mendapatkan kecelakaan di perjalanan arah cakung cilincing dengan sepeda motornya. Sehingga dia berencana untuk tidak masuk kerja esoknya. Pada waktu itu toni berencana akan menjemput istrinya yang pulang kerja.
Mendengar berita itu, Saya mencoba dengan antusias menanyakan kondisi badan dia, bagian apa yang luka, dan perawatan apa saja yang sudah dilakukan. Karena waktu menelpon dia juga ternyata belum berobat ke dokter, sayapun menyarankan segera control dokter agar dapat segera ditindaklanjuti luka akibat kecelakaan tersebut.
Mendengar dia yang ngobrol dengan terburu-buru, sayapun segera sadar kalau dia juga khawatir jika pulsa hapenya akan habis banyak jika dipakai ngobrol lama. Sementara saya masih ingin tahu kondisi detailnya.
Kemudian saya tawarkan saya yang menelpon balik dengan menggunakan telpon perusahaan.
Berikutnya saya menanyakan pula kronologi detailnya waktu kecelakaan. apakah Dewi (istri Toni ) dan Wildan ( anak toni ) ikut dalam kecelakaan. Ternyata jawabnya tidak, Toni kecelakaan sendirian. Dengan menanyakan kondisi anak dan istri “menyebut namanya secara langsung” ini secara tidak langsung juga berupa penghargaan karena masih ingat dengan nama-nama keluarganya.
Dengan cara diatas saya telah mengunakan prinsip :
Memberikan perhatian yang sungguh-sungguh ke orang lain.
Himbauan saya ::
Berikan perhatian yang tulus ke orang lain, manfaatnya agar dapat terjalin hubungan kerja yang lebih harmonis.

Story telling Dale Carenigie 1



Prinsip yang dipakai :
  1. Memulai dengan cara yang ramah.
  2. Ajak lawan bicara anda bicara banyak
Kejadianya pada tanggal 7 april 2010 sekitar jam 17.00 pada waktu itu terlihat produk bontea yang diproduksi di APV V terlihat agak buram. Saya mencoba mengarahkan QC lapangan saya untuk melakukan komplain ke pihak operator. Selain itu saya sendiri juga mencoba berhadapan langsung dengan rekan-rekan operator ( heri, nana dan kawan-kawan ).
Saya coba ajak mereka berbicara tentang mesin tersebut, analisis permasalahan berdasar sudur pandang mereka. Saya berusaha semaksimal mungkin memulai dengan cara yang ramah. Karena biasanya untuk menangani permasalahan-permasalahan di lapangan yang terjadi justru pihak QC dan produksi sering perang argumentasi ( untuk orang tertentu ).
Saya mencoba mendengarkan terus apa analisis mereka (operator). Sambil perbaikan proses masih terus dilakukan.
Sampai dengan sekitar jam 17.30 wib warna masih terlihat buram dan agak hitam. QC lapangan waktu itu sdr. Dedi juga menginformasikan ke saya tentang perkembangan warna yang masih belum membaik
Setelah saya kembali terjun ke lapangan terlihat memang warna permen terlihat masih buram dan agak hitam. Saya memutuskan stop mesin karena permen yang keluar dari incorporator sudah keluar dari standar.
Yang membuat saya cukup apresiasi ke mereka, ketika melihat teman-teman produksi dapat dengan aktif berusaha menyelesaikan masalah tanpa adanya perang argumentasi satu sama lainya termasuk dengan QC.
Mesin di stop dan satu persatu potensi penyebab warna yang buram di dianalisa untuk diperbaiki agar ketika start nantinya warna diharapkan kembali normal.
Dengan cara diatas saya telah mengunakan prinsip :
  1. Memulai dengan cara yang ramah
  2. Ajak lawan bicara anda berbicara banyak
Himbauan saya gunakan prinsip : memulai dengan cara yang ramah dan ajak lawan bicara anda berbicara banyak agar dapat memecahkan masalah dengan lebih baik tanpa harus perang argumentasi walau terkadang masih adanya perbedaan pendapat.